Satria Bagus Dewangga

Jumat, 22 Februari 2013

3 Fase Penting Pernikahan


Kesiapan pasangan untuk menjalani setiap fase dalam pernikahan akan menentukan kualitas dan keberlangsungan hubungan. Penting bagi pasangan untuk memahami apa yang terjadi dalam hubungan di beberapa fase dalam pernikahan.

Konselor/terapis pernikahan dan keluarga, Carolyn Gerard, MA, MFT, mengatakan saat masih berpacaran, pasangan memiliki komitmen tinggi untuk menjaga hubungan. Pasangan saling memprioritaskan dan menghargai kebutuhan demi menjaga hubungan. Namun, begitu menikah, riset di Amerika menunjukkan, setengah dari pernikahan berakhir pada perceraian, terutama pada tahun kedua, ketujuh dan hari jadi pernikahan ke 20. Apa sebenarnya yang terjadi dalam hubungan?

1. Fase bulan madu.

Fase ini merupakan periode ideal dalam pernikahan. Pasangan cenderung memiliki perasaan positif. Hubungan pun selalu romantis. Pasangan selalu membicarakan berbagai hal yang belum pernah mereka bahas sebelumnya. Pasangan menikah saling memahami dan menghargai pandangan masing-masing. Pada fase inilah pasangan merasakan jatuh cinta yang mendalam, sehingga sikap mereka pun cenderung lebih toleran, fleksibel, terhadap pasangannya. Pasangan menjadi prioritasnya. Sehingga anggapan bahwa cinta mengalahkan segalanya, berlaku pada fase ini. Kalau pun muncul konflik, pasangan menikah di tahapan bulan madu ini akan fokus menjadi solusi. Fase ini berlangsung antara enam bulan hingga dua tahun.

2. Fase penyesuaian.

Fase ini paling menantang dalam hubungan pernikahan. Pasangan menikah tak lagi melihat dirinya masing-masing sebagai partner. Konflik dalam hubungan umumnya terjadi seputar masalah seks, intimasi, uang, rasa aman, dan masalah anak.

Psikolog Azin Nasseri mengatakan, "Tingginya angka perceraian lebih banyak berkaitan dengan cara pasangan menghadapi konflik. Kurangnya kemampuan dan pengetahuan mengenai cara membangun hubungan yang sehat. Termasuk cara memahami dinamika cinta yang alami terjadi."

Kalau saja pasangan mampu dan berkomitmen mengatasi konflik yang membuat mereka merasa kesepian, juga memutuskan untuk mengatasi rasa takit, marah dan penolakan, mereka bisa melewati fase ini lebih baik. Pasangan pun akan memiliki komitmen baru dalam hubungan, dan memiliki apresiasi lebih tinggi juga cinta pada pasangannya.

3. Fase kekosongan.
Fase ini menandai hari jadi pernikahan ke-20. Pasangan menikah secara perlahan melepas tanggung jawabnya mengasuh anak. Anak-anak mulai beranjak dewasa, bahkan mulai bisa hidup mandiri. Pada periode ini, pasangan menikah mulai memikirkan apa yang ingin dilakukan bersama menikmati kehidupan berikutnya.

Sebagian pasangan mulai merasa kosong dan kehilangan arah. Beberapa bahkan mulai melakukan konseling pernikahan karena ancaman dari pasangan mulai muncul. Seperti pasangan mengancam akan pergi meninggalkannya jika tak juga ada perubahan dalam pernikahan, terutama jika terjadi konflik.

Nasseri mengatakan fase ini merupakan saat tepat bagi pasangan menikah untuk mendefenisikan kembali hubungan mereka, dan membuat prioritas baru. Pasalnya, hubungan pasangan menikah pada tahap ini telah "naik kelas".

Pasangan menikah yang memiliki hubungan harmonis pada tahap ini adalah mereka yang saling menghargai satu sama lain, menerima, dan menginginkan bersama dengan pasangan. Mereka mampu menjawab berbagai tantangan dalam pernikahan, bersama-sama.

Sumber : Kompas

0 komentar:

Dua Wajah Ibu

Perempuan tua itu mendongakkan wajah begitu mendengar desingan tajam di atas ubun-ubunnya. Di langit petang yang temaram, ia melihat lampu kuning, hijau, dan merah mengerjap-ngerjap pada ujung-ujung sayap pesawat terbang.
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki. Nyamuk di belantara beton ternyata lebih ganas ketimbang nyamuk-nyamuk rimba yang saban pagi menyetubuhi kulitnya saat menyadap karet nun jauh di pedalaman Sumatera-Selatan sana: Tanah Abang.
Ia menarik napas, melegakan dada ringkihnya yang terasa kian menyempit. Kicauan televisi tetangga menenggelamkan helaan napasnya. Suara musik, iklan, dan segala hal. Perempuan itu kembali menghela napas. Lalu, bangkit dari jongkoknya, menekan tuas sumur pompa. Irama air mengalir dalam ritme yang kacau. Kadang besar, kadang kecil, seiring tenaganya yang timbul-tenggelam. Air keruh memenuhi bak plastik, menindih-nindih pakaian yang bergelut busa deterjen. Bau karet tercium menyengat begitu air itu jatuh seperti terjun.
Ia adalah Mak Inang. Belum genap satu purnama perempuan tua itu terdampar di rimba Jakarta, di antara semak-belukar rumah kontrakan yang berdesak-desakan macam jamur kuping yang mengembang bila musim hujan di kebun karetnya. Hidungnya pun belum akrab dengan bau bacin selokan berair hitam kental yang mengalir di belakang kontrakan berdinding triplek anak lanangnya. Bahkan, Mak Inang masih sering terkaget-kaget bila tikus-tikus got Jakarta yang bertubuh hitam-besar lagi gemuk melebihi kucing betinanya di kampung, tiba-tiba berlarian di depan matanya.
Sesungguhnya, ia pun masih tak percaya bila terjaga dari lelapnya yang tak pernah pulas, kalau akhirnya ia menjejakkan kaki di ibu kota Jakarta yang kerap diceritakan orang-orang di kampungnya. Suatu tempat yang sangat asing, aneh, dan begitu menakjubkan dalam cerita Mak Rifah, Mak Sangkut, dan beberapa perempuan kampung karibnya, lepas perempuan-perempuan itu mengunjungi anak bujang atau pun gadis mereka. Sesuatu yang terdengar seperti surganya dunia. Serba mewah, serba manis, serba tak bisa ia bayangkan.
”Kesinilah, Mak. Tengoklah anak lanangku, cucu bujang Emak. Parasnya rupawan mirip almarhum Ebak,” itulah suara Jamal kepadanya beberapa pekan silam. Suara anak lanangnya yang kemerosok seperti radio tua, ia pun melipat kening saat mengetahui suara itu berasal dari benda aneh di genggamannya.
”Dengan siapa Mak ke situ?” lontarnya. Ada keinginan yang menyeruak seketika di dada Mak Inang. Keinginan yang sejatinya sudah lama terpendam. Telah lama ia ingin melihat Jakarta. Ibu kota yang telah dikunjungi karib-karibnya. Tapi, ia selalu tak punya alasan ke sana, walau anak lanangnya, yang cuma satu-satunya ia miliki selain dua gadisnya yang telah diboyong suami mereka di kampung sebelah, merantau ke kota itu. Belum pernah Jamal menawarinya ke sana. Tak heran, ketika petang itu Jamal memintanya datang, ia lekas-lekas menanggapinya.
”Tanyai Kurti, Mak. Kapan ia balik? Masalah ongkos, Mak pakai duit Emak dululah. Nanti, bila aku sudah gajian, Emak kuongkosi pulang dan kukembalikan ongkos Emak ke sini,” itulah janji anak lanangnya sebelum mengakhiri pembicaraan. Suara kemerosok seperti radio tua itu terputus.
Mak Inang kembali menghela napas saat ingat percakapan lewat hape dengan anak lanangnya itu. Beberapa pekan sebelum ia merasa telah tersesat di rimba Jakarta, di semak-belukar kontrakan yang bergot bau menyengat. Ia melepas tuas pompa, air berhenti mengalir. Tangannya menjangkau cucian, membilasnya.
***
Kota yang panas. Itulah kesan pertama Mak Inang saat mata lamurnya menggerayangi terminal bus Kampung Rambutan. Sedetik kemudian, ia menambahkan kesan pertamanya itu: Kota bacin dan berbau pesing. Hidung tuanya demikian menderita ketika membaui bau tak sedap itu. Hatinya bertanya-tanya heran melihat Kurti demikian menikmati bau itu. Hidung pesek gadis berkulit sawo matang itu tetap saja mengembang-embang, seolah-olah bau yang membuat perut Mak Inang mual itu tercium melati.
Belum jua hilang rasa penat dan pusing di kepala Mak Inang, apalagi rasa pedas di bokongnya, karena duduk sehari-semalam di bus reot yang berjalan macam keong, beberapa orang telah berebut mengerubungi dirinya dan Kurti, macam lalat, berdengung-dengung. Mak Inang memijit keningnya. Cupingnya pun ikut pening dengan orang-orang yang berbicara tak jelas pada Kurti, gadis itu diam tak menggubris, hanya menyeret Mak Inang pergi.
Mak Inang kembali memeras beberapa popok yang ia cuci, sekaligus. Telapak kaki kanannya yang kapalan cepat-cepat menampari betis kirinya begitu beberapa nyamuk membabi-buta di kulit keringnya. Ia menghempaskan popok yang sudah diperasnya itu ke dalam ember plastik. Jemari tangannya menggaruk-garuk betis kirinya. Bentol-bentol sebesar biji petai berderet-deret di kulit keringnya. Ia menggeram. Hatinya menyumpah-serapah kepada binatang laknat tak tahu diri itu.
Dua-tiga hari pertama, Mak Inang cukup senang berada di rumah berdinding batu setengah triplek Jamal. Rasa senangnya itu bersumber dari cucu bujangnya yang masih merah itu. Walau, sesungguhnya Mak Inang terkaget-kaget saat Kurti mengantarnya ke rumah Jamal. Semua di luar otak tuanya. Dalam benaknya yang mulai ringkih, Jamal berada di rumah-rumah beton yang diceritakan Mak Sangkut, bukan di rumah kecil sepengap ini. Keterkejutannya kian bertambah saat perutnya melilit di subuh buta. Hanya ada satu kakus untuk berderet-deret kontrakan itu. Itu pun baunya sangat memualkan. Hampir saja Mak Inang tak mampu menahannya.
”Mak hendak pulang, Mal. Sudah seminggu, nanti pisang Emak ditebang orang, karet pun sayang tak disadap,” lontar Mak Inang di pagi yang tak bisa ia tahan lagi. Ia benar-benar tak ingin berlama-lama di ibu kota yang sungguh aneh baginya. Sesungguhnya, Mak Inang pun aneh dengan orang-orang yang saban hari, saban minggu, saban bulan, dan saban tahun datang mengadu nasib ke kota ini. Apa yang mereka cari di rimba bernyamuk ganas, berbau bacin, bertikus besar melebihi kucing ini? Mak Inang tak bisa menghabiskan pikiran itu pada sebuah jawaban.
”Akhir bulanlah, Mak. Aku gajian saban akhir bulan, sekarang tengah bulan. Tak bisa. Pabrik juga tengah banyak order, belum bisa aku kawani Mak jalan-jalan mutar Jakarta,” ujar Jamal sembari menyeruput kopi hitam dan mengunyah rebusan singkong. Singkong yang Mak Inang bawa seminggu silam. Mak Inang tak bersuara. Hatinya terasa terperas dengan rasa yang kian membuatnya tak nyaman.
”Kurti libur hari ini, Mak. Katanya tengah tak ada lembur di pabriknya. Nanti kuminta ia mengawani Mak jalan-jalan. Ke mal, ke rumah anak Wak Sangkut dan Wak Rifah,” terdengar suara Mai, menantunya, dari arah dapur yang pengap.
Mak Inang mengukir senyum semringah mendengar itu. Rasa tak nyaman yang menggiring keinginannya untuk pulang mendadak menguap. Kembali cerita Mak Rifah dan Mak Sangkut tentang Jakarta mengelindap. Gegas sekali perempuan tua itu menyalin baju dan menggedor-gedor pintu kontrakan Kurti. Gadis itu membuka pintu dengan mata merah-sembab, muka awut-awutan dengan rambut yang kusut-masai. Mak Inang tak peduli mata mengantuk Kurti, ia menggiring gadis itu untuk lekas mandi dan menemaninya keliling Jakarta, melihat rupa wajah ibu kota yang selama ini hanya ada dalam cerita karib sebaya dan pikirannya saja.
Serupa kali pertama Kurti mengantarnya ke muka kontrakan anak lanangnya, seperti itulah keterkejutan Mak Inang saat menjejakkan kaki di kontrakan anak Mak Sangkut dan Mak Rifah. Tak jauh berupa, tak ada berbeda. Kontrakan anak karib-karibnya itu pun sama-sama pengap dan panas. Hal yang membuat Mak Inang meremangkan kuduknya, gundukan sampah berlalat hijau dengan dengungan keras, bau menyengat, tertumpuk hanya beberapa puluh meter saja. Kepala Mak Inang berdenyut-denyut melihat itu. Lebih-lebih saat menghempaskan pantatnya di lantai semen anaknya Mak Sangkut. Allahurobbi, alangkah banyak cucu Mak Sangkut, menyempal macam rayap. Berteriak, menangis, merengek minta jajan, dan tingkah pola yang membuat Mak Inang hendak mati rasa. Hanya setengah jam Mak Inang dan Kurti di rumah itu, berselang-seling cucunya Mak Sangkut itu menangis.
Kebingungan Mak Inang pada orang-orang yang saban waktu datang ke Jakarta untuk mengadu nasib kian besar saja. Apa hal yang membuat mereka tergoda ke kota bacin lagi pesing ini? Segala apa yang ia lihat satu-dua pekan ini, tak ada yang membuat hatinya mengembang penuh bunga. Lebih elok tinggal di kampung, menggarap huma, membajak sawah, mengalirkan getah-getah karet dari pokoknya, batin Mak Inang.
***
Tangan Mak Inang kembali menekan-nekan tuas pompa, air keruh dengan bau karet yang menyengat kembali berjatuhan ke dalam bak plastik. Kadang besar, kadang kecil, seiring dengan tenaganya yang timbul tenggelam. Lagi, Mak Inang membilas cucian pakaian cucu, menantu, anak lanang, dan dirinya sendiri. Mendadak Mak Inang telah merasa dirinya serupa babu. Di petang temaram bernyamuk ganas, ia masih berkubang dengan cucian. Di kampung, waktu-waktu serupa ini, ia telah bertelekung dan gegas membawa kakinya ke mushola, mendahului muadzin yang sebentar lagi mengumandangkan adzan.
Lampu benderang. Serentak. Seperti telah berkongsi sebelumnya. Berkelip-kelip macam kunang-kunang di malam kelam. Lagi, terdengar suara desingan tajam di atas ubun-ubun Mak Inang. Ia pun kembali mendongakkan wajah, mata lamurnya melihat lampu merah, kuning, hijau berkelip-kelip di langit temaram. Nyamuk-nyamuk pun kian ganas dan membabi-buta menyerang kulit keringnya.
Wajah Mak Inang kian mengelap, hatinya menghitung-hitung angka di almanak dalam benak. Berapa hari lagi menuju akhir bulan? Rasa-rasanya, telah seabad Mak Inang melihat muka Jakarta yang di luar dugaannya. Benak Mak Inang pun hendak bertanya: Mengapa kau tak pulang saja, Mal? Ajak anak-binimu di kampung saja. Bersama Emak, menyadap karet, dan merawat limas. Tapi, mulut Mak Inang terkunci rapat.
Malam di langit ibu kota merangkak bersama muka Mak Inang yang terkesiap karena seekor tikus got hitam besar mendadak berlari di depannya. Keterkejutan Mak Inang disudahi suara adzan dari televisi. Perempuan itu kembali menekan tuas sumur pompa, air mengalir, jatuh ke dalam ember plastik. Ia membasuh muka tuanya dengan wudhu. Bersamaan dengan itu, mendadak gerimis turun, seolah ibu kota pun hendak mencuci muka kotornya dengan wudhu bersama Mak Inang. Muka tua yang telah keriput, mengkerut, dan carut-marut.

Sumber : Kompasiana

0 komentar:

Kata Motivasi 1

waktu seseorang sudah jadi terhebat, maka sejatinya dia sedang beralih jadi orang yang terlemah.

orang berhasil yaitu orang yang tidak dulu berhenti coba walau sudah melewati seribu kegagalan

tidak dulu ada kata gagal untuk manusia-manusia yang terus berupaya. kegagalan cuma ada waktu manusia-manusia telah berhenti untuk coba.

menyesali apa yang berlangsung yaitu kebodohan selanjutnya dari orang-orang yang jatuh. sebaik-baiknya manusia yaitu sebagaikan kejatuhannya sebagai awal untuk coba yang baru, bukan hanya menyesalinya.

bila kita dulu alami waktu paling baik, maka kita tentu dapat alami waktu terburuk, dikarenakan dari moment-moment tersebut kita dapat mendapatkan makna sesuatu kebijaksanaan

untuk merubah diri anda, yang pertama anda mesti kerjakan yaitu mengubah yang anda pikirkan perihal diri anda sendiri.

kebahagiaan datang saat anda yakin pada apa yang anda kerjakan, tahu apa yang anda kerjakan, serta menyukai apa yang anda kerjakan.

waktu senja tiba, sudahkan anda mempersiapkan ranting-ranting kayu bakar yang dapat menyinari serta menghangatkan malam anda ?

keindahan sejati cuma dapat anda rasakan waktu anda dapat menikmatinya serta bersyukur.

senyuman dapat senantiasa bikin anda tampak 1000x lebih cantik dari sesungguhnya.

perihal yang kita benci pada diri kita sesungguhnya tidak lebih nyata dari pada perihal yang kita sukai dari diri kita sendiri.

Sumber : internet

0 komentar:

Hati - Hati Marah Bisa Berakibat Fatal


Suka marah-marah? Hati-hati lho, karena ternyata marah akibatnya sangat buruk bagi kesehatan. Karena itu sering kita dengar orang bilang ‘Jangan suka marah, nanti cepat tua!’ iya khan?

Menurut penelitian di University of Granada Spanyol, orang sering melampiaskan kemarahan cenderung mengalami gangguan kesehatan. Karena itu dalam Al-Qur’an juga Allah memberikan nilai lebih kepada orang yang bisa menahan amarahnya (al-kadzimin al-ghoidho)
Apa dampak buruknya? Meluapkan emosi menyebabkan seseorang berisiko tinggi mengalami hipertensi, yang menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung dan stroke. Para ilmuwan berpendapat suasana hati yang buruk ternyata dapat menghasilkan efek fisiologis langsung pada jantung dan pembuluh darah.

Emosi yang meluap-luap dapat mengaktifkan 'fight or flight respon' dimana hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol, mempercepat denyut jantung, pernafasan dan memberikan ledakan energi. Tekanan darah juga meningkat karena terjadi penyempitan pembuluh darah.

"Keseringan marah dapat mempercepat proses aterosklerosis, dimana plak lemak menumpuk di pembuluh darah. Jantung memompa lebih keras, pembuluh darah menyempit, desakan tekanan darah dan tingginya glukosa dalam darah. Semua ini dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri," jelas Jerry Kiffer, MA, peneliti jantung-otak di Cleveland.

Untuk mengatasinya, peneliti dari University of Aichi, Jepang, menyarankan untuk berjalan kaki sekali dalam sehari yang efektif memangkas emosi dan membantu menurunkan tekanan darah diastolik sebanyak empat poin hanya dalam empat minggu.
Jika sudah terlanjur marah, maka sebaiknya segera disudahi dengan cara :
Jika berdiri segera duduk
Jika duduk belum bisa meredakan, berbaringlah
Jika berbaring belum bisa juga, pejamkan mata dan tidurlah
Jika tetap tidak bisa, maka segeralah ambil air wudlu. Sebab kemarahan itu dari syetan, syetan terbuat dari api, dan api bisa dipadamkan oleh air.

0 komentar:

10 Mengapa Cinta Kamu di Tolak

Cinta ditolak sama target memang menyakitkan. Bahkan banyak yang kemudian stress dan mau bunuh diri. Idiih…jangan deh. Sebaiknya introspeksi diri dulu, kenapa dia tidak menerima cinta kamu.
Yok kita lihat beberapa kemungkinan alasan cinta kamu ditolak sama dia:
10 alasan kenapa cinta kamu ditolak
1. Pakaian kamu terlalu mencolok- Jaga penampilan kamu, tampilah dengan elegan. Jangan terlalu mencolok sehingga menarik perhatian orang lain, sehingga dia sendiri tidak nyaman berdampingan dengan kamu.
2. Banyak berbicara- Kamu terlalu banyak berbicara sehingga  dia tak punya kesempatan untuk membuka mulut. Pikirkan perasaan dia, beri dia kesempatan untuk berbicara juga. Dia juga ingin didengarkan.
3. Kamu terlalu cerewet- Kamu terlalu cerewet dengan alasan menginginkan kesempurnaan. Jika dia telat 5 menit saja kamu sudah menceramahi dia satu jam. Jika dia memakai pakaian yang kurang pas bagi kamu, kamu juga langsung mengomentarinya. Dia makan dengan rakus kamu bilang memalukan. Ingat…kamu masih dalam tahap PDKT.
4. Terlalu banyak mengeluh- Kamu jenis orang yang tak sabaran. Tak pandai mengontrol emosi. Dikit-dikit mengeluh. Lama-lama dia bosan untuk keluar bersama kamu. Dia akan mempunyai kesan kamu orang yang tidak kuat.
5. Berbicara tentang mantan kekasih- Mantan kekasih adalah sejarah. Ceritalah ketika dia bertanya, bukannya selalu bercerita kebaikan mantan kekasih kamu di depannya sehingga dia merasakan dirinya tak berarti buat kamu
6. Marah-marah. - Kamu marah-marah jika pelayan restoran lewat membawa makanan yang dipesan. Kamu marah-marah jika giliran kamu masuk bertemu dokter agak lambat, Kamu suka membuat keributan dan membuat semua mata memandang kemarahan kamu, kamu rasa gagah karena mampu mengungkapkan perasaan marah di depan dia. Padahal banyak yang tidak suka dengan sikap seperti ini.
7. Menghina keluarganya- Kamu menghina keluarganya, mengejek ibunya. Satu kesalahan besar ketika kamu menghina keluarga dia. Belum menikah dengannya saja sudah  berani kamu menghina keluarganya. Bagaimana nanti? Pikirnya.
8. Matre- Kamu suka meminta sesuatu darinya. Bahkan barang-barang yang mahal. Sikap seperti ini pasti akan meninggalkan kesan yang buruk.
9. Memilih-milih tempat makan- Jangan terlalu memilih tempat makan. Jika berkencan jangan maunya di di restoran mahal. Tunjukkan sikap kamu yang tidak peduli mau makan di manapun bisa. Di warung pinggir jalan pun oke. Yang penting bersama dia.
10. Terlalu jujur ​​dengan apa yang kamu inginkan- Akan terlihat kamu seperti orang yang  tidak bersyukur. Selalu tidak puas atas apa yang dia berikan dalam hubungan.
Itu dia 10 alasan yang bisa jadi penyebab cinta kamu ditolak oleh si dia. Makanya jaga sikap, jangan sampai patah hati gara-gara cinta ditolak.

0 komentar:

10 Permintaan Iblis yang diijinkan Allah


Iblis memang sudah dilaknat oleh Allah SWT dan dikutuk sampai hari kiamat kelak. Tapi ternyata Allah juga masih mengabulkan apa yang diminta oleh Iblis. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Rasulullah sedang berbicara kepada iblis dan bertanya apa saja permintaan iblis yang dikabulkan Allah SWT. Ada 10 permintaan iblis yang dikabulkan Allah. Apa saja?

10 permintaan iblis yang dikabulkan oleh Allah

Nabi Muhammad : Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
Iblis : 10 perkara
Nabi muhammad : Apa saja?

Iblis menjawab :

1. Aku minta agar Allah membiarkan aku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.

Allah berfirman : “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka”, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakati, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah (tidak membaca bismillah)

2. Aku minta agar Allah membiarkan aku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah.
Iblis akan ikut bercampur dengan istrinya jika orang itu tidak berdoa dulu. Syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.

3. Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.

4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Al Qur’anku.

7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah swt berfirman,

“Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaitan.” (QS Al-Isra : 27).
9. Aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.

10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.


Allah menjawab, “silakan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebahagian besar manusia akan bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai Muhammad, aku tidak boleh menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikkan dan menggoda. Jika aku boleh menyesatkan, tidak akan tertinggal seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu juga tidak boleh memberikan hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau boleh memberikan hidayah, tidak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :


وَلَوْ شَاء رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ -١١٨
 إِلاَّ مَن رَّحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأَمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ -١١٩-
118. Dan jika Tuhan-mu Menghendaki, tentu Dia Jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),
119. kecuali orang yang Diberi rahmat oleh Tuhan-mu. Dan untuk itulah Allah Menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhan-mu telah tetap, “Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk syurga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini terakhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

0 komentar:

Foto - Foto Sisa Meteor Rusia

Foto Bekas Meteor Jatuh Di Rusia:  15 Februari 2013, satu meteor jatuh terhempas di Chelyabinsk, Rusia. Meteor besar yang jatuh dengan kecepatan 54,000 Km / jam ini jatuh dengan menampakkan bekas seperti deretan awan putih yang bisa di lihat sejauh 200 Km. Batu Meteor / meteorit itu diperkirakan seberat 10 metrik ton yang terdiri dari mineral besi.
Menurut Akademi Sains Rusia, meteor ini memasuki atmosfer bumi sebelum terfragmentasi 30 ke 50 Km dari permukaan bumi. Energi yang dilepaskan meteor ini setara dengan 5 Kilotan yaitu energi yang di lepaskan oleh bom atom kecil.
Sebanyak 20.000 anggota penyelamat dan tim pembersihan telah dikerahkan untuk mengawasi kondisi. Menteri Dalam Negeri Rusia melaporkan sejumlah 1.200 orang telah cedera termasuk 200 orang anak.
Berikut ini foto-foto bekas meteor jatuh di Rusia:
foto bekas meteor jatuh di rusia
foto bekas meteor jatuh di Rusia

foto-foto bekas meteor jatuh di Rusia
foto-foto bekas meteor jatuh di rusia
Berbagai Sumber

0 komentar:

100 Hari Menjelang Kematian

Setiap manusia pasti akan melewati pintu kematian. Bahkan semua yang hidup di dunia ini pasti akan mati. Dan Allah sebelum mencabut ruh seseorang, Dia sudah memberikan tanda-tanda. Walau kadang manusia tidak peka terhadap tanda-tanda ini.
Diceritakan ketika Allah menciptakan Al-Maut (kematian) dan menyerahkan kepada Izrail, maka berkata malaikat Izrail, "Ya Tuhanku, apakah Al-Maut itu?". Maka Allah menyingkap rahasia Al-Maut itu dan memerintahkan  seluruh malaikat menyaksikannya. Setelah seluruh malaikat menyaksikan Al-Maut itu, maka tersungkurlah semuanya dalam keadaan pingsan selama seribu tahun.
Setelah para malaikat sadar kembali dari pingsannya, bertanyalah mereka, "Ya Tuhan kami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?" Kemudian Allah SWT berfirman: "Akulah yang menciptakannya dan Akulah yang lebih agung darinya. Seluruh makhluk akan merasakan Al-Maut itu ".
Kemudian Allah memerintahkan Izrail mengambil Al-Maut. Namun, Izrail khawatir jika tidak mampu untuk mengambilnya sedangkan Al-Maut lebih agung darinya. Kemudian Allah memberikan kekuatan, sehingga Al-Maut itu menetap di tangannya. Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah sampai barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya.
Rasulullah SAW bersabda menceritakan proses pencabutan ruh seseorang, "Apabila telah sampai ajal seseorang maka akan masuklah satu kelompok malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam tubuh dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekelompok malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kelompok malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar. Dan akhirnya datang lagi satu kelompok malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke tenggorokan dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu ".
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi, "Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril akan menebarkan sayapnya yang sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di surga. Ketika orang yang beriman itu melihat surga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya orang itu pada surga dan pandangannya terus ke sayap Jibril. Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril akan menebarkan sayap sebelah kiri. Maka orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di neraka dan pada saat itu orang itu tidak lagi melihat orang disekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya ketika melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya ".
tanda-tanda 100 hari menjelang kematian
TANDA-TANDA 100 HARI MENJELANG MATI
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak. Tanda ini akan terjadi biasanya setelah waktu Asar.
Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akanmengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Misalnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan menemukan daging tersebut seakan-akan bergetar.
Tanda ini akan dirasakan nikmat bagi mereka yang sadar dan terbersit dalam hati bahwa mungkin ini adalah tanda kematian. Maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa meninggalkan kesan apapun.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Tanda 100 hari sebelum kematian - Ini adalah tanda pertama dari Allah kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Tanda ini akan terjadi biasanya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.
40 hari sebelum kematian - Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada saat ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arsy Allah. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan atas kita, diantaranya ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Pada suatu ketika malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas. Dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih akan merasakan seakan-akan bingung seketika.
7 hari sebelum kematian - Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.
3 hari sebelum kematian - Pada saat ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat terdeteksi maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan untuk orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dideteksi jika kita melihatnya dari bagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sulit ditegakkan.
1 hari sebelum kematian - Akan terjadi sesudah waktu Ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di bagian belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya.
Hari kematian - Akan terjadi kondisi di mana kita akan merasakan satu kondisi dingin di bagian pusat dan itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian tenggorokan. Pada saat ini kita harus terus mengucap kalimat syahadat serta berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
Semoga tanda-tanda 100 hari menjelang kematian ini akan membuat kita senantiasa sadar bahwa sesungguhnya kita tidak akan hidup selamanya di dunia ini. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri untuk kehidupan di akherat yang kekal.
Wallahu a’lam bisshawab…

0 komentar: