Satria Bagus Dewangga

Kamis, 21 Februari 2013

Ya Rasullullah


Ya Rasulallah...
Aku ingin seperti santri berbaju putih
Yang tiba-tiba datang menghadap
Duduk menyentuhkan kedua lututnya kepada lutut agungmu
Dan meletakkan kedua telapak tanganya di atas paha-paha muliamu
Lalu aku akan bertanya
Ya Rasulallah….tentang Islamku
Ya Rasulallah….tentang imanku
Ya Rasulallah….tentang Ihsanku

Ya Rasulallah….
Mulut dan hatiku bersaksi tiada tuhan selain Allah
Dan engkau Ya Rasulallah….utusan Allah
Tapi…ku sembah juga diriku
Astaghfirullah..
Dan risalahmu hanya kubaca, bagai sejarah

Ya Rasulallah….
Setiap saat, jasadku salat
Setiap kali diriku bersimpuh
Diriku jua yang ku ingat
Setiap saat ku baca shalawat
Setiap kali tak lupa ku baca salam
Assalamulaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullah wabarakatuh
Salam kepadamu wahai nabi juga rahmat dan berkat Allah
Tapi…tak pernah kusadari
Apakah dihadapanku, kau menjawab salamku
Bahkan apakah aku menyalamimu

Ya Rasulallah….
Ragaku berpuasa dan jiwaku kulepas bagai kuda
Ya Rasulallah….
Sekali-kali kubayar zakat dengan niat dapat balasan kontan dan berlipat
Ya Rasulallah….
Aku pernah naik haji, sambil menaikkan gengsi
Ya Rasulallah….
Sudah Islamkah aku
Ya Rasulallah….
Aku percaya Allah dan sifat-sifatNya
Aku percaya malaikat, percaya kitab-kitab suciNya
Percaya nabi-nabi utusanNya, aku percaya akherat
percaya qadha qadarNya seperti yang ku catat dan ku hafal dari ustadz
Tapi aku tak tahu, seberapa besar itu mempengaruhi lakuku

Ya Rasulallah….
Sudah imankah aku…?
Ya Rasulallah….
Setiap kudengar panggilan aku menghadap Allah
Tapi apakah IA menjumpaiku
Sedang wajah dan hatiku tak menentu
Ya Rasulallah….
Dapatkah aku berihsan…?
Ya Rasulallah….
Ku ingin menatap meski sekajap wajahmu yang elok mengerlap
Setelah sekian lama, mataku hanya menangkap gelap
Ya Rasulallah….
Ku ingin mereguk senyummu yang segar
Setelah dahaga di padang kehidupan hambar
hampir membuatku terkapar
Ya Rasulallah….
Meski secercah teteskan padaku cahayamu
Buat bekalku sekali lagi, menghampiriNya

0 komentar:

Kisah Si Kusta, Si Botak, Si Buta

 Dari Abu Huroyroh rodhiyallohu ‘anhu, ia mendengar Nabi shollallohu ‘alayhi wasallama bersabda: “Ada tiga orang bani Isroil: satu berpenyakit kusta, satu botak kepalanya, dan satu buta. Alloh Ta’ala hendak menguji mereka maka Alloh Ta’ala mengutus malaikat (dalam bentuk manusia) kepada mereka. Malaikat itu datang kepada Si Kusta dan bertanya, “Apakah yang paling kamu inginkan?”, Si Kusta menjawab, “Saya menginginkan kulit yang bagus serta hilang penyakitku yang menjadikan orang-orang jijik melihatku”. Kemudian dia mengusap Si Kusta maka hilanglah penyakitnya lalu mendapatkan kulit yang bagus. Malaikat itu bertanya lagi, “harta apakah yang paling kamu sukai?” Si Kusta menjawab, “unta – atau ia mengatakan: “sapi” (perawi ragu) –. Ia pun diberi unta bunting, dan malaikat tadi berkata, “semoga Alloh Ta’ala memberkahi bagimu”.


Kemudian malaikat mendatangi Si Botak dan bertanya, “apa yang paling kamu inginkan?” Si Botak menjawab, “rambut yang indah dan hilangnya penyakitku yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku”. Malaikat itu mengusap Si Botak dan hilanglah penyakitnya lalu tumbuhlah rambut yang indah. “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Si Botak menjawab, “sapi.” Malaikat pun memberinya sapi yang sedang bunting dan ia berkata, “semoga Alloh Ta’ala memberkahi bagimu”.

Selanjutnya malaikat itu mendatangi Si Buta dan bertanya, “apakah yang paling kamu inginkan?” Si Buta menjawab, “Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”. Dia lantas mengusap Si Buta dan Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatannya. “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Si Buta menjawab, “kambing”.Lalu ia diberi kambing yang sedang bunting. Selang berapa lama, unta, sapi, dan kambing tersebut berkembang biak dengan pesat dan akhirnya unta milik orang yang dahulu menderita kusta memenuhi satu lembah, sapi milik orang yang dahulu botak memenuhi satu lembah dan kambing milik orang yang dahulu buta memenuhi satu lembah.

Kemudian malaikat itu datang kembali kepada orang yang dulu berpenyakit kusta dalam bentuknya yang dahulu (berpenyakit kusta) dan berkata, “saya adalah seorang miskin yang kehabisan bekal ditengah perjalanan. Hari ini tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kepada saya
kecuali Alloh ta’ala lalu engkau. Saya meminta pertolongan kepadamu atas nama Dzat Yang telah memberi engkau kulit yang bagus dan harta kekayaan, seekor unta sebagai sarana bagi saya melanjutkan perjalanan”. Orang itu menjawab, “tanggungan saya terlalu banyak”. Malaikat itu berkata, “kalau tidak salah saya pernah mengenalmu. Bukankah kamu dulu orang yang berpenyakit kusta sehingga orang-orang merasa jijik kepadamu. Bukankah kamu dahulu orang yang miskin lalu Alloh Ta’ala memberi kekayaan untukmu?” ia menjawab, “harta kekayaanku ini adalah warisan turun temurunku”.Malaikat itu berkata,”jika kamu berdusta semoga Alloh Ta’ala mengembalikanmu seperti keadaanmu semula”.

Kemudian malaikat itu datang kepada orang yang dahulu botak seperti keadaannya yang dulu dan berkata seperti yang dikatakannya kepada Si Kusta. Maka orang itupun memberikan jawaban yang sama seperti jawaban Si Kusta. Kemudian malaikat itu berkata, “jika kamu berdusta, semoga Alloh Ta’ala mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Sang malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk orang yang buta, dan berkata, “saya adalah seorang miskin yang tengah bermusafir lalu kehabisan bekal di tengah perjalanan. Hari ini tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kepada saya kecuali Alloh Ta’ala lalu engkau. Saya meminta pertolongan kepadamu atas nama Dzat Yang telah mengembalikan penglihatanmu, seekor kambing sebagai sarana bagi saya melanjutkan perjalanan”. Orang itu berkata, “saya dahulu adalah orang buta kemudian Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatan saya, maka ambillah sesukamu dan tinggalkanlah sesukamu.

Demi Alloh, saya tidak akan memberatkanmu untuk mengembalikan apa yang kamu ambil karena Alloh Ta’ala”. Malaikat itu berkata “peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kalian hanya diuji, lalu Alloh Ta’ala benar-benar telah ridho kepadamu dan Alloh Ta’ala memurkai kedua orang itu.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

[Dikutip dari “Terjemah Riyadhush Shalihin, Al-Imam An Nawawi terbitan Hikmah Ahlus Sunnah – Hadits ke 65 BAB Muroqobah hal 148-150]

**

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya. Dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan/penampilan fisik dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muroqobatullah).

Semoga Allah senantiasa ridho kepada kita dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin

0 komentar:

Hujan Meteor, Fenomena Kiamat

Pagi hari Jumat 15/2/2013 Rusia dikejutkan dengan jatuhnya meteorit di kota Chelyabinsk, region Ural. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan beberapa bangunan dan 1.200 orang cedera akibat ledakan tersebut. Dalam video yang ditayangkan Sky News diperlihatkan sebuah bola cahaya besar melintas dengan kecepatan tinggi di langit Kota Chelyabinsk. Gambaran yang ditampilkan menyisakan pemandangan dengan jejak asap yang mencekam. Gelombang kejut yang dihasilkan meteorit ini memecahkan kaca di beberapa kota lain yang masih berada di region sama.


Bukan sekali ini Rusia ditumbuk meteorit. Kasus yang terkenal legendaris adalah tumbukan meteorit yang ditaksir cukup besar yang menghantam hutan Tunguska di Siberia pada tanggal 30 Juni 1908. Penyebabnya adalah asteroid berdiameter antara 40-100 km, lumayan ‘kecil’ untuk bisa dideteksi bahkan dengan teleskop ground-based modern yang ada di bumi sekarang ini. Benda luar angksa tersebut meledak pada ketinggian 5-8 km, energinya sekitar 20-50 juta ton TNT, lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Tabrakan ini menghancurkan lebih dari 0,5 ha hutan di wilayah jatuhnya asteroid.

Yang tidak kalah spektakuler adalah asteroid sebesar rumah yang jatuh 50.000 tahun yang lalu di utara Arizona. Hasilnya adalah kawah sedalam 200 m dan berdiameter 1.250 m. Masih ada lebih dari 150 kawah akibat tabrakan dengan asteroid yang ditemukan di permukaan Bumi dan lebih banyak lagi yang tersembunyi di dasar laut.

Punahnya dinosaurus diduga berkaitan dengan jatuhnya asteroid berdiameter sekitar 10 km yang jatuh ke Bumi 65 juta tahun yang lalu di daerah Yucatan Meksiko membentuk Kawah Chicxulub (Ekor Setan) berdiameter antara 200-300 km sedalam sekitar 3 km yang sebagian menjadi Teluk Meksiko. Diperkirakan kepunahan masal seperti itu juga pernah terjadi sekitar 250 tahun yang lalu juga akibat asteroid berdiameter antara 6-12 km (dijuluki Great Dying). Dampak yang ditimbulkan saat itu jauh lebih parah dibandingkan saat musnahnya dinosaurus.

Hari Kiamat

Seorang muslim wajib meyakini  bahwa satu ketika bumi ini beserta seluruh isinya akan hancur dan musnah. “Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” (QS. Ar-Rahman: 26). Banyak cara dan hal yang memungkinkan hancurnya semua kehidupan di bumi ini. Mulai dari hantaman meteor dan asteroid, gelombang tsunami yang menggunung, badai Tornado yang berhembus dahsyat, letusan gunung berapi yang memuntahkan lahar panas, gempa bumi dan sebagainya.

Sekarang ini sudah banyak film yang dibuat menggambarkan tentang semua peristiwa tersebut seperti film Deep Impact, Armagedon, The Day After Tomorow, Knowing, 2012, Earth Quake dan lain lain. Itu hanya sebagian kecil gambaran tentang dahsyatnya hari kiamat yang tidak bisa dijangkau oleh nalar manusia.

“Apabila langit terbelah, dan apabila
bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap,” (QS. Al-Infithar: 1-3)

Para ahli antariksa di seluruh dunia mengetahui bahwa saat ini bumi dikepung oleh ribuan meteor dan asteroid dengan berbagai ukuran. Mulai dari yang sebesar kelapa hingga sebesar lapangan bola bahkan ada yang lebih besar dari itu. Asteroid itu beredar mengitari bumi dan tertahan oleh medan magnit bumi hingga tidak jatuh menghantam bumi. Jika satu waktu medan magnit yang melindungi bumi menjadi lemah dapat dipastikan semua meteor dan asteroid itu akan berjatuhan menghantam bumi sebagaimana dimaksudkan dalam surat Al-Infithar ayat 2.

Lemahnya medan magnit yang melindungi bumi tersebutlah yang dimaksud dengan apabila langit terbelah dalam surat Al-Infithar ayat 1. Sebagian asteroid yang berukuran kecil akan terbakar oleh lapisan atsmosfer bumi namun yang berukuran besar akan terus menghujam bumi. Jika jatuh di daratan akan menimbulkan ledakan setara dengan ribuan bom atom di Hirosima. Jika jatuh di laut akan menimbulkan gelombang tsunami setinggi gunung, memporak porandakan seluruh kota di tepi pantai. Peristiwa inilah yang dimaksud dengan jika air laut telah melimpah ke daratan seperti disebutkan dalam surat Al-Infithar ayat 3.

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.” (Al-Haqqah: 13-16).

Padang Mahsyar

“Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. Abasa: 33-37)

Setelah peristiwa kiamat kubra (besar), alam semesta hening beberapa lama. Selanjutnya setelah ditiup sangkakala untuk yang kedua kalinya manusia akan dihidupkan kembali dan ditempatkan di bumi yang baru padang Mahsyar.

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS. Ibrahim: 48).

Manusia berkumpul di Padang Mahsyar menghadap Allah Ta’ala untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dikerjakan selama hidupnya di dunia.

“Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Az-Zumar: 69-70).

Peristiwa Kiamat pasti terjadi dan tidak seorang pun dapat menyangkalnya. Al-Qur’an telah memberi peringatan akan datangnya hari tersebut dan tugas kita adalah memperbanyak ibadah untuk bekal kelak “Serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan di dalamnya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (QS. Asy-Syura: 7). Wallahu ‘alam.

Berbagai Sumber

0 komentar:

Bani Jawi merupakan Keturunan Nabi Ibrahim

 Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma. Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.


Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim

Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim.

Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).

Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.

Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih mendalam, diperoleh fakta, bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa identik dengan Nabi Ibrahim.

Brahma adalah Nabi Ibrahim
Mitos atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.

Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).

Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).

Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya
yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).
3. Brahma adalah perlambang monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.

Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah
Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci
Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan
Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu
Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”
Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.
(Sumber : http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/)

Ajaran Monotheisme di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi Ibrahim). Jadi makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta.
4. Nabi Ibrahim mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara Brahma membangun rumah Tuhan, agar Tuhan di ingat di sana (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).

Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut :
Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai delapan putaran dan sembilan pintu… (Atharva Veda 10:2:31)
Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim.

Makna delapan putaran adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah Bakkah, diantara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar.

Sementara sembilan pintu terdiri dari : Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al Safa, Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab al Haram.

Monotheisme Ibrahim
Peninggalan Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran monotheisme, jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar dari Bani Jawi.

Suku Jawa sudah sejak dahulu, mereka menganut monotheisme, seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi.

Selain suku Jawa, pemahaman monotheisme juga terdapat di dalam masyarakat Sunda Kuno. Hal ini bisa kita jumpai pada keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka meyakini adanya ‘Allah Yang Maha Kuasa‘, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu Ngersakeun‘ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa‘.

Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas Bani Jawi (khususnya masyarakat Jawa) menerima Islam sebagai keyakinannya. Karena pada hakekatnya, Islam adalah penyempurna dari ajaran Monotheisme (Tauhid) yang di bawa oleh leluhurnya Nabi Ibrahim.
 
Sumber : Internet

0 komentar:

Rahasia Umur Manusia, Monyet, Sapi dan ANjing


Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi Hari ini kuciptakan kau Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun. Sang Sapi keberatan Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun . Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun! Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu". Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun! Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan.

Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?" Maka setujulah Tuhan.

AKIBATNYA... ......... ......... .........

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan kita makan,tidur dan bersenang-senang.

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat. 

Sumber : internet

0 komentar:

Monyet dan Genggaman

Posted Image

Di Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Cara menangkapnya sederhana saja – pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg telah diberi aroma. Tujuannya untuk mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dgn menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya di sore hari.

Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam toples tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa ?
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.

Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.
Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.

Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.

Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap penyakit kepahitan yang parah.
Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya dan kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun…

Selamat Membuka Genggaman kawan & Selamat Beraktifitas.

Sumber : Internet

0 komentar:

Virus F7 Menyerang pemuda Indonesia


Sebagian besar pemuda abad ini telah terjangkiti virus 7F, perlu penanganan serius agar Virus 7F tidak merusak secara permanen.

Virus 7F yang pertama adalah Fun (Foya-foya). Anak muda sangat menyukai dan menikmati bersenang-senang, dugem, pesta pora, mereka sangat kompak dalam hal ini.

Dengan uang ngemis dari orangtua mereka rela iuran untuk membeli minuman beralkohol murahan,. Tak tanggung-tanggung, mereka menenggak di perempatan lalu berpura-pura kliyengan, seolah-olah teler, padahal demi gengsi supaya bisa dianggap berani.

F berikutnya ialah Fashion. Para pemuda sekarang bangga dan berkiblat dengan mode pakaian budaya luar negeri. Pakaian Korea menjadi simbol kemapanan, gaya rambut beserta model muka yang menurut saya kelihatan Kemenyek, justru digandrungi. Tidak salah jika sekelompok pemuda Djogja membuat tandingan Gangnam Style dengan Djowo Style, karena penghormatan kepada budaya sendiri.

Virus F lain yang juga berbahaya adalah Film. Para pemuda menjadikan film sebagai kitab suci sehingga apa yang ada dalam film, sinetron, bahkan iklan dijadikan sebagai tuntunan tidak lagi sekadar tontonan.

Kebobrokan moral masyarakat dikemas dengan alasan seni. Blue film hampir menjadi kebutuhan, sehingga kompensasi terburuknya adalah banyaknya aborsi yang diakibatkan oleh hubungan kumpul kebo pemuda pemudi.

Juga virus Food, pemuda tidak lagi mengenal dan tidak suka makanan tradisional, justru mereka lebih menyukai, menggemari, dan merasa bangga dengan makanan siap saji ala barat.

Negara yang dianugrahi kesuburan tanah sehingga bisa menghasilkan berbagai macam rempah-rempah, seharusnya merasa terhina jika disuruh makan Pitza atau Berger yang sejatinya adalah makanan kurang bumbu dan salah bumbu.

Ada lagi, yaitu virus Fans Fanatik. Meskipun tingkahnya tidak selucu Bolot dan Jojon, pun tidak seganteng Hengky Kurniawan. Tapi Justin Bieber bisa disembah oleh para pemudi negeri ini.

Saya kasih anda bocoran rahasia. Profesor Charles Xavier yang punya sekolah mutan, pernah membaca pikiran Justin Bieber saat berkunjung ke Indonesia, melihat para fans yang kumut-kumut, kecut dan nggilani karena menunggu sejak kemaren sore. Dia bilang apa coba? "Aslinya eneg gue liat kalian, sama pantatnya Selena Gomez yang lagi kentut aja, muka kalian nggak sebanding".

Fulus, juga menjadi salah satu virus yang sering menjangkiti pemuda, khusus untuk fulus, sebenarnya tidak hanya mengancam pemuda tapi juga orangtua.

Virus F terakhir ialah Facebook. Waktu pemuda telah habis untuk facebook serta twitter. Pergerakan jasmani dan rohani sudah diwakilkan hanya dengan jari.

Sholat dan berdo'a sambil nangis-nangis di facebook, pernah lihat ada status "Lagi Tahajud :D" . Misoh Djancuk juga di Facebook. Nembak dan mutusin juga setali tiga uang, lewat facebook dan twitter.

Ke tujuh virus itu harus segera dicegah dan diobati, bagaimana cara mencegahnya?

Upaya pertama ialah evaluasi semua lini, baik di tingkat pemerintah, keluarga, maupun lingkungan, karena kondisi seperti ini tidak sepenuhnya salah pemuda.

Sumber : Bluefame

0 komentar: